Kamis, 17 Mei 2012

Perspektif Dalam Perusahaan Keluarga 

 

 http://www.ut.ac.id/html/suplemen/ekma4111/bisnis_keluarga.htm

1. bentuk-bentuk usaha yang dimiliki perusahaan keluarga!

   Bentuk-bentuk family bisnis

     Efektif atau tidaknya peran keluarga dalam perusahaan dapat dilihat dari ketiga bentuk bisnis keluarga berikut. Karakter dari ketiga bentuk ini tidak sama. yaitu;
  • Family owned business (FOB). Pada bentuk FOB keluarga hanya sebagai shareholder, pengelolaan perusahaan diserahkan kepada eksekutif profesional dari luar lingkungan keluarga, dan saudara yang lain tidak ikut mengendalikan perusahaan.
  • Family business (FB). Pada FB, keluarga bertindak sebagai shareholder juga mengurus perusahaan artinya perusahaan dimiliki dan dikelola oleh anggota keluarga pendiri.
  • Business family (BF). Bentuk perusahaan BF keluarga sebagai pemilik perusahaan cenderung menekankan pada hubungan kekerabatan saja. 
   Berikut ini contoh-contoh perusahaan bisnis keluarga tertua di dunia;
  • Sumitomo, dibuka di Kyoto pada abad ke 17. Saat ini Grup Sumitomo memiliki bisnis inti sebanyak 20 usaha yang terdiri dari perbankan, shipbuilding, elektronik, semen, perkayuan, pertambangan, dan kimia.
  • Faber Castell, berada di Jerman, yang didirikan oleh seorang tukang kayu pada tahun 1761. Perusahaan ini memproduksi lebih dari 2.000 jenis produk.
  •  Perusahaan bisnis keluarga yng terbesar di dunia contohnya adalah McGraw-Hill, sebuah industri penerbitan dan periklanan. Perusahaan ini terkenal sebagai penerbit buku-buku cetak terbesar di dunia.
  •  Contoh lainnya yaitu Levi Strauss, perusahaan pembuat jeans terbesar. Bisnis ini telah diturunkan pada beberapa generasi dan tetap berkembang.
2.  perusahaan yang saudara pelajari termasuk perusahaan keluarga ?
  Bisnis keluarga adalah sebuah perusahaan yang anggota keluarganya secara langsung terlibat di dalam kepemilikan dan jabatan atau fungsi (Longenecker, 2001). Bisnis dilakukan secara bersama-sama di dalam keluarga. Partisipasi dari keluarga dapat menguatkan bisnis, hal ini disebabkan anggota keluarga bersikap setia dan berdedikasi pada perusahaan keluarga.
pada awalnya
perusahaan yang saya pelajari yaitu wulan aksesoris adalah perusahaan keluarga. karena perusahaanya dikelola oleh keluarga dan semua kekayaan adalah milik keluarga.

3. manajemen dalam perusahaan keluarga
 http://www.promagmulia.com/skill/detail/34/pengertian-perusahaan-keluarga.html

Dalam terminologi bisnis, perusahaan keluarga terbagi menjadi dua macam. Pertama adalah family owned enterprise (FOE), yaitu perusahaan yang dimiliki oleh keluarga tetapi dikelola oleh profesional yang berasal dari luar lingkaran keluarga. Keluarga hanya berperan sebagai pemilik dan tidak melibatkan diri dalam operasi di lapangan. Perusahaan seperti ini merupakan bentuk lanjutan dari usaha yang semula dikelola oleh keluarga yang mendirikannya.
Jenis perusahaan keluarga yang kedua adalah family business enterprise (FBE), yaitu perusahaan yang dimiliki dan dikelola oleh keluarga pendirinya. Perusahaan tipe ini dicirikan oleh dipegangnya posisi-posisi kunci dalam perusahaan oleh anggota keluarga. Jenis perusahan keluarga inilah yang banyak terdapat di Indonesia.
Batasan lain tentang perusahaan diberikan oleh John L. Ward dan Craig E. Arnoff. Menurutnya, suatu perusahaan dinamakan perusahaan keluarga apabila terdiri dari dua atau lebih anggota keluarga yang mengawasi keuangan perusahaan. Sedangkan menurut Robert G. Donnelley dalam bukunya “The Fanily Business” suatu organisasi dinamakan perusahaan keluarga apabila paling sedikit ada keterlibatan dua generasi dalam keluarga itu dan mereka mempengaruhi kebijakan perusahaan.
Dunia bisnis dan dunia keluarga memang memiliki perbedaan yang amat curam. Jelas, dalam sebuah keluarga kepentingan keluarga akan mengalahkan kepentingan-kepentingan yang lain. Padahal, perusahaan menuntut sikap yang profesional. Termasuk juga dalam masalah kompensasi atau pembagian keuntungan.
Perusahaan profesional akan mendasarkan pemberian gaji pada nilai pasar dan riwayat kerja (kinerja) seseorang. Sedangkan keluarga mendasarkan pemberian gaji pada kebutuhan. Di sini terlihat betapa keluarga memiliki standar yang tidak jelas.

4. faktor-faktor kunci keberhasilan dalam perusahaan keluarga
 Masalah terpenting dalam keberlanjutan bisnis keluarga adalah masalah suksesi. Suksesi memang bukan satu-satunya penentu kelanggengan bisnis keluarga. Tapi, mau tidak mau generasi pendahulu harus memberikan tongkat estafet perusahaan kepada generasi berikutnya. Suksesi tidak hanya berarti pata tingkat pimpinan dan managerial saja, termasuk pada kebijakan-kebijakan perusahaan.
 
5. strategi untuk membangun bisnis keluarga yang sukses
 Terdapat tujuh langkah dalam melakukan suksesi perusahaan keluarga: mengevaluasi struktur kepemilikan; mengembangkan gambaran struktur yang diharapkan setelah suksesi; Mengevaluasi keinginan keluarga; mengembangkan proses pemilihan, melatih dan memonitoring penerus masa depan; Melakukan aktivitas team building dari keluarga; Menciptakan dewan direksi yang efektif; Yang terakhir, memasukkan penerus pada saat yang tepat, yaitu ketika pendiri berusia 50 tahun dan penerus berusia 30 tahun.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar